Panduan Lengkap: Memahami Seluk Beluk Limbah B3


Panduan Lengkap: Memahami Seluk Beluk Limbah B3

Limbah B3 atau Bahan Berbahaya dan Beracun merupakan sisa aktivitas manusia dalam bentuk zat, energi, atau komponen lain yang berpotensi membahayakan kesehatan, lingkungan, dan sumber daya alam. Contoh nyata limbah B3 adalah aki bekas yang mengandung timbal.

Pengelolaan limbah B3 sangat penting karena berdampak pada kesehatan masyarakat. Pengelolaan yang baik dapat meminimalisir risiko kesehatan, seperti kanker dan gangguan sistem saraf. Pada tahun 1991, Indonesia menerbitkan Undang-Undang Nomor 18 tentang Pengelolaan Limbah Berbahaya dan Beracun sebagai dasar hukum dalam mengelola limbah jenis ini.

Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai jenis-jenis limbah B3, dampaknya terhadap lingkungan, dan cara pengelolaannya yang tepat.

Apa yang Dimaksud dengan Limbah B3?

Limbah B3 atau Bahan Berbahaya dan Beracun merupakan salah satu topik penting dalam pengelolaan lingkungan. Memahami aspek-aspek esensialnya sangat krusial untuk pengelolaan limbah yang tepat.

  • Jenis Limbah
  • Sifat Berbahaya
  • Sumber Limbah
  • Dampak Kesehatan
  • Dampak Lingkungan
  • Pengelolaan Limbah
  • Penanganan Limbah
  • Peraturan Limbah
  • Pencegahan Limbah
  • Dampak Sosial

Setiap aspek tersebut saling berkaitan dalam pengelolaan limbah B3. Limbah yang dihasilkan dari berbagai sumber, baik industri maupun rumah tangga, memiliki sifat berbahaya yang dapat berdampak pada kesehatan dan lingkungan. Pengelolaan yang baik meliputi penanganan, penyimpanan, pengangkutan, hingga pembuangan limbah sesuai peraturan yang berlaku. Upaya pencegahan limbah dan dampak sosial juga menjadi pertimbangan penting dalam pengelolaan limbah B3 secara komprehensif.

Jenis Limbah

Jenis limbah merupakan aspek krusial dalam memahami “apa yang dimaksud dengan limbah B3”. Jenis limbah mengacu pada berbagai bentuk dan sifat limbah yang dikategorikan sebagai B3. Hubungan antara jenis limbah dan limbah B3 sangat erat, karena jenis limbah menentukan sifat berbahaya dan cara pengelolaannya.

Jenis limbah B3 diklasifikasikan berdasarkan karakteristiknya, seperti tingkat bahaya, sifat fisik dan kimia, serta sumbernya. Beberapa jenis limbah B3 yang umum meliputi limbah industri, limbah medis, limbah laboratorium, limbah elektronik, dan limbah rumah tangga tertentu. Misalnya, limbah industri dapat mengandung bahan kimia berbahaya, limbah medis mengandung patogen, dan limbah elektronik mengandung logam berat.

Memahami jenis limbah sangat penting untuk pengelolaan limbah B3 yang efektif. Jenis limbah menentukan metode penanganan, penyimpanan, pengangkutan, dan pembuangan yang tepat. Pengelolaan yang tidak tepat dapat menimbulkan risiko kesehatan dan lingkungan yang serius. Dengan mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis limbah dengan benar, kita dapat memastikan bahwa limbah B3 dikelola dengan cara yang aman dan bertanggung jawab.

Sifat Berbahaya

Sifat berbahaya merupakan aspek fundamental dalam memahami “apa yang dimaksud dengan limbah B3”. Sifat berbahaya mengacu pada karakteristik limbah yang dapat menimbulkan risiko kesehatan dan lingkungan. Limbah B3 diklasifikasikan sebagai berbahaya karena memiliki sifat-sifat seperti beracun, korosif, mudah terbakar, reaktif, atau infeksius.

Sifat berbahaya limbah B3 sangat bergantung pada komposisi kimianya. Misalnya, limbah industri yang mengandung logam berat seperti timbal atau merkuri bersifat beracun dan dapat menyebabkan kerusakan organ jika terpapar. Limbah medis yang mengandung patogen dapat menyebabkan infeksi dan penyakit jika tidak ditangani dengan benar. Limbah elektronik mengandung bahan kimia berbahaya seperti bromin dan timbal yang dapat mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan jika dibuang sembarangan.

Memahami sifat berbahaya limbah B3 sangat penting untuk pengelolaan yang tepat. Pengetahuan tentang sifat-sifat ini memungkinkan kita untuk mengembangkan strategi penanganan, penyimpanan, pengangkutan, dan pembuangan yang efektif. Dengan mengelola limbah B3 dengan benar, kita dapat mencegah dampak negatif terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.

Secara keseluruhan, sifat berbahaya merupakan komponen penting dalam “apa yang dimaksud dengan limbah B3”. Sifat-sifat ini menentukan cara pengelolaan limbah dan sangat penting untuk memastikan keselamatan dan kesehatan masyarakat serta kelestarian lingkungan.

Sumber Limbah

Sumber limbah merupakan aspek penting dalam memahami “apa yang dimaksud dengan limbah B3”. Sumber limbah merujuk pada asal atau kegiatan yang menghasilkan limbah B3. Hubungan antara sumber limbah dan limbah B3 sangat erat, karena sumber limbah menentukan jenis dan sifat limbah yang dihasilkan.

Sumber limbah B3 sangat beragam, meliputi kegiatan industri, rumah tangga, fasilitas kesehatan, pertanian, dan pertambangan. Misalnya, limbah industri berasal dari proses manufaktur, limbah rumah tangga berasal dari aktivitas sehari-hari, limbah medis berasal dari rumah sakit dan klinik, limbah pertanian berasal dari kegiatan pertanian, dan limbah pertambangan berasal dari kegiatan penambangan.

Memahami sumber limbah sangat penting untuk pengelolaan limbah B3 yang efektif. Identifikasi sumber limbah memungkinkan kita untuk mengembangkan strategi pengelolaan yang tepat, termasuk pencegahan, pengurangan, penanganan, penyimpanan, pengangkutan, dan pembuangan. Dengan mengelola limbah B3 dari sumbernya, kita dapat mencegah dampak negatif terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.

Selain itu, pemahaman tentang sumber limbah juga bermanfaat dalam merancang kebijakan dan peraturan terkait pengelolaan limbah B3. Dengan mengetahui sumber utama limbah B3, pemerintah dapat memprioritaskan upaya pengelolaan dan memberikan insentif untuk pencegahan dan pengurangan limbah. Hal ini dapat berkontribusi pada pengelolaan limbah B3 yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Dampak Kesehatan

Dampak kesehatan merupakan aspek krusial dalam memahami “apa yang dimaksud dengan limbah B3”. Limbah B3 memiliki sifat berbahaya yang dapat berdampak negatif pada kesehatan manusia jika tidak dikelola dengan baik. Hubungan antara dampak kesehatan dan limbah B3 sangat erat, karena sifat berbahaya limbah B3 menjadi penyebab utama dampak kesehatan tersebut.

Dampak kesehatan dari limbah B3 dapat bervariasi tergantung pada jenis limbah, sifat bahayanya, dan cara pengelolaannya. Beberapa dampak kesehatan yang umum diakibatkan oleh limbah B3 antara lain masalah pernapasan, iritasi kulit, kerusakan organ, dan bahkan kanker. Misalnya, paparan limbah industri yang mengandung logam berat dapat menyebabkan kerusakan paru-paru dan ginjal, sementara paparan limbah medis yang mengandung patogen dapat menyebabkan infeksi dan penyakit.

Memahami dampak kesehatan dari limbah B3 sangat penting untuk pengelolaan limbah yang efektif. Pengetahuan tentang dampak kesehatan memungkinkan kita untuk mengembangkan strategi pengelolaan yang tepat, termasuk pencegahan, pengurangan, penanganan, penyimpanan, pengangkutan, dan pembuangan. Dengan mengelola limbah B3 dengan benar, kita dapat mencegah dampak negatif terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.

Selain itu, pemahaman tentang dampak kesehatan dari limbah B3 juga bermanfaat dalam merancang kebijakan dan peraturan terkait pengelolaan limbah B3. Dengan mengetahui dampak kesehatan utama dari limbah B3, pemerintah dapat memprioritaskan upaya pengelolaan dan memberikan insentif untuk pencegahan dan pengurangan limbah. Hal ini dapat berkontribusi pada pengelolaan limbah B3 yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Dampak Lingkungan

Dampak lingkungan merupakan aspek penting dalam memahami “apa yang dimaksud dengan limbah B3”. Sifat berbahaya limbah B3 dapat berdampak negatif pada lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Hubungan antara dampak lingkungan dan limbah B3 sangat erat, karena sifat berbahaya limbah B3 menjadi penyebab utama dampak lingkungan tersebut.

Dampak lingkungan dari limbah B3 dapat bervariasi tergantung pada jenis limbah, sifat bahayanya, dan cara pengelolaannya. Beberapa dampak lingkungan yang umum diakibatkan oleh limbah B3 antara lain pencemaran tanah, air, dan udara. Misalnya, pembuangan limbah industri yang tidak tepat dapat mencemari tanah dan air tanah dengan logam berat dan bahan kimia berbahaya. Pembakaran limbah medis tanpa pengolahan yang memadai dapat melepaskan dioksin dan furan ke udara, yang dapat menyebabkan masalah kesehatan dan kerusakan ekosistem.

Memahami dampak lingkungan dari limbah B3 sangat penting untuk pengelolaan limbah yang efektif. Pengetahuan tentang dampak lingkungan memungkinkan kita untuk mengembangkan strategi pengelolaan yang tepat, termasuk pencegahan, pengurangan, penanganan, penyimpanan, pengangkutan, dan pembuangan. Dengan mengelola limbah B3 dengan benar, kita dapat mencegah dampak negatif terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.

Selain itu, pemahaman tentang dampak lingkungan dari limbah B3 juga bermanfaat dalam merancang kebijakan dan peraturan terkait pengelolaan limbah B3. Dengan mengetahui dampak lingkungan utama dari limbah B3, pemerintah dapat memprioritaskan upaya pengelolaan dan memberikan insentif untuk pencegahan dan pengurangan limbah. Hal ini dapat berkontribusi pada pengelolaan limbah B3 yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Pengelolaan Limbah

Pengelolaan limbah merupakan aspek penting dalam memahami “apa yang dimaksud dengan limbah B3”. Pengelolaan yang tepat sangat krusial untuk meminimalisir dampak negatif limbah B3 terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Pengelolaan limbah B3 meliputi berbagai kegiatan, mulai dari pengurangan, penanganan, penyimpanan, pengangkutan, hingga pembuangan akhir.

  • Pengurangan Limbah

    Pengurangan limbah bertujuan untuk meminimalisir jumlah limbah B3 yang dihasilkan. Hal ini dapat dilakukan melalui perubahan proses produksi, penggunaan bahan baku alternatif, dan penerapan teknologi bersih.

  • Penanganan Limbah

    Penanganan limbah meliputi kegiatan pengumpulan, pemilahan, pengemasan, dan pelabelan limbah B3. Penanganan yang tepat sangat penting untuk mencegah penyebaran limbah dan memastikan keamanan bagi petugas yang terlibat.

  • Penyimpanan Limbah

    Limbah B3 harus disimpan dalam tempat khusus yang memenuhi standar keamanan. Tempat penyimpanan harus dirancang untuk mencegah kebocoran, tumpahan, dan akses yang tidak sah.

  • Pengangkutan Limbah

    Pengangkutan limbah B3 harus dilakukan oleh perusahaan yang memiliki izin dan memenuhi persyaratan keselamatan. Limbah harus dikemas dan diangkut dengan benar untuk mencegah kebocoran dan kecelakaan.

Pengelolaan limbah B3 yang baik sangat penting untuk melindungi kesehatan masyarakat dan lingkungan. Dengan menerapkan pengelolaan limbah yang tepat, kita dapat meminimalisir risiko kesehatan, mencegah pencemaran lingkungan, dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.

Penanganan Limbah

Penanganan limbah merupakan salah satu aspek krusial dalam memahami “apa yang dimaksud dengan limbah B3”. Penanganan limbah meliputi kegiatan pengumpulan, pemilahan, pengemasan, penyimpanan sementara, dan pengangkutan limbah B3 dari tempat penghasil ke tempat pengolahan atau pembuangan akhir.

Penanganan limbah yang tepat sangat penting untuk mencegah dampak negatif limbah B3 terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Limbah B3 yang tidak ditangani dengan baik dapat mencemari tanah, air, dan udara, serta menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat. Misalnya, limbah medis yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi sumber penyebaran penyakit, sementara limbah industri yang tidak ditangani dengan benar dapat mencemari lingkungan dengan bahan kimia berbahaya.

Selain itu, penanganan limbah yang baik juga mendukung upaya pengurangan dan pemanfaatan kembali limbah B3. Dengan memilah dan menyimpan limbah B3 secara terpisah, limbah tersebut dapat diolah kembali menjadi sumber daya yang bermanfaat. Misalnya, limbah logam dapat didaur ulang menjadi bahan baku baru, sementara limbah organik dapat diolah menjadi kompos.

Memahami pentingnya penanganan limbah dalam konteks “apa yang dimaksud dengan limbah B3” sangat penting untuk mendorong pengelolaan limbah yang bertanggung jawab. Dengan memastikan penanganan limbah B3 yang tepat, kita dapat meminimalisir dampak negatif limbah terhadap kesehatan manusia dan lingkungan, serta berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.

Peraturan Limbah

Peraturan limbah merupakan aspek penting dalam memahami “apa yang dimaksud dengan limbah B3”. Aturan tersebut menjadi dasar hukum dalam pengelolaan limbah B3, memastikan penanganan yang aman dan bertanggung jawab untuk melindungi kesehatan manusia dan lingkungan.

  • Jenis Peraturan

    Peraturan limbah B3 meliputi undang-undang, peraturan pemerintah, dan peraturan daerah. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah menjadi landasan hukum utama, dilengkapi dengan peraturan pelaksana yang lebih teknis.

  • Lingkup Pengaturan

    Peraturan limbah B3 mengatur seluruh aspek pengelolaan limbah B3, mulai dari pengurangan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, hingga pembuangan. Setiap kegiatan harus memenuhi standar dan prosedur yang ditetapkan.

  • Sanksi Pelanggaran

    Pelanggaran terhadap peraturan limbah B3 dapat dikenakan sanksi, baik administratif maupun pidana. Sanksi tersebut bertujuan untuk memberikan efek jera dan memastikan kepatuhan terhadap peraturan.

  • Partisipasi Masyarakat

    Masyarakat memiliki peran penting dalam pengawasan dan pelaporan pelanggaran peraturan limbah B3. Partisipasi aktif masyarakat dapat membantu pemerintah menegakkan peraturan dan memastikan pengelolaan limbah B3 yang bertanggung jawab.

Peraturan limbah B3 menjadi instrumen penting dalam pengendalian dan pengelolaan limbah B3. Dengan mematuhi peraturan, pelaku usaha dan masyarakat berkontribusi pada perlindungan lingkungan dan kesehatan manusia. Penegakan peraturan yang efektif dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengelolaan limbah B3 yang berkelanjutan.

Pencegahan Limbah

Dalam konteks “apa yang dimaksud dengan limbah B3”, pencegahan limbah memegang peranan penting untuk meminimalisir produksi limbah B3 sejak awal. Pencegahan limbah mencakup berbagai upaya untuk mengurangi atau menghilangkan sumber limbah B3, dengan memperhatikan aspek lingkungan, kesehatan manusia, dan keberlanjutan.

  • Reduksi Sumber

    Mengurangi penggunaan bahan baku yang berpotensi menghasilkan limbah B3, seperti bahan kimia berbahaya atau kemasan yang tidak dapat didaur ulang.

  • Penggunaan Kembali dan Daur Ulang

    Menggunakan kembali limbah B3 yang masih dapat dimanfaatkan atau mendaur ulangnya menjadi bahan baku baru, sehingga mengurangi jumlah limbah yang dibuang.

  • Penggantian Bahan

    Mengganti bahan baku berbahaya dengan bahan alternatif yang lebih ramah lingkungan dan tidak menghasilkan limbah B3.

  • Desain untuk Lingkungan

    Mendesain produk atau proses produksi yang meminimalisir limbah B3, mempertimbangkan aspek daur ulang dan penggunaan kembali sejak awal.

Dengan menerapkan praktik pencegahan limbah,dan masyarakat berkontribusi pada pengelolaan limbah B3 yang berkelanjutan. Pencegahan limbah tidak hanya mengurangi beban pada lingkungan dan kesehatan manusia, tetapi juga dapat menghemat biaya pengelolaan limbah dan membuka peluang ekonomi baru melalui pemanfaatan kembali limbah.

Dampak Sosial

Dampak sosial merupakan aspek penting dalam memahami “apa yang dimaksud dengan limbah B3”. Pengelolaan limbah B3 yang tidak tepat dapat menimbulkan dampak sosial yang signifikan, mempengaruhi kesehatan, kesejahteraan, dan mata pencaharian masyarakat.

Limbah B3 yang tidak dikelola dengan baik dapat mencemari lingkungan, menyebabkan masalah kesehatan bagi masyarakat sekitar. Misalnya, pembuangan limbah industri yang tidak tepat dapat mencemari sumber air, menimbulkan masalah kesehatan seperti diare, iritasi kulit, dan bahkan kanker. Limbah medis yang dibuang sembarangan dapat menjadi sumber penyebaran penyakit, mengancam kesehatan masyarakat.

Selain itu, pengelolaan limbah B3 yang buruk dapat berdampak pada perekonomian dan mata pencaharian masyarakat. Pencemaran lingkungan akibat limbah B3 dapat menurunkan nilai properti, mengganggu sektor pariwisata, dan mengurangi produktivitas pertanian. Masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi pembuangan limbah B3 juga dapat mengalami penurunan kualitas hidup dan kesulitan ekonomi.

Memahami dampak sosial dari limbah B3 sangat penting untuk mendorong pengelolaan limbah yang bertanggung jawab. Dengan mempertimbangkan aspek sosial, kita dapat mengembangkan strategi pengelolaan limbah B3 yang berkelanjutan, melindungi kesehatan masyarakat, dan menjaga kesejahteraan masyarakat sekitar.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ) tentang Limbah B3

FAQ berikut akan menjawab pertanyaan umum dan mengklarifikasi aspek-aspek penting terkait “apa yang dimaksud dengan limbah B3”.

Pertanyaan 1: Apa yang dimaksud dengan limbah B3?
Jawab: Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) adalah sisa aktivitas manusia yang memiliki sifat berbahaya dan berpotensi membahayakan kesehatan manusia, lingkungan, dan sumber daya alam.

Pertanyaan 2: Apa saja jenis limbah B3?
Jawab: Limbah B3 dapat berupa limbah industri, limbah medis, limbah laboratorium, limbah elektronik, dan limbah rumah tangga tertentu, seperti baterai bekas dan pestisida.

Pertanyaan 3: Mengapa limbah B3 berbahaya?
Jawab: Limbah B3 memiliki sifat berbahaya seperti beracun, korosif, mudah terbakar, reaktif, atau infeksius, yang dapat menimbulkan risiko kesehatan dan lingkungan.

Pertanyaan 4: Bagaimana cara mengelola limbah B3?
Jawab: Pengelolaan limbah B3 melibatkan pengurangan, penanganan, penyimpanan, pengangkutan, pengolahan, dan pembuangan yang dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Pertanyaan 5: Apa dampak limbah B3 bagi kesehatan manusia?
Jawab: Limbah B3 dapat menyebabkan masalah pernapasan, iritasi kulit, kerusakan organ, dan bahkan kanker jika tidak dikelola dengan baik.

Pertanyaan 6: Apa dampak limbah B3 bagi lingkungan?
Jawab: Limbah B3 dapat mencemari tanah, air, dan udara, serta mengancam keanekaragaman hayati dan keseimbangan ekosistem.

Memahami aspek-aspek penting limbah B3 sangat penting untuk pengelolaan yang bertanggung jawab. Dengan mengikuti peraturan dan menerapkan praktik terbaik, kita dapat meminimalisir dampak negatif limbah B3 dan melindungi kesehatan manusia serta lingkungan.

Selanjutnya, kita akan membahas pengelolaan limbah B3 secara lebih mendalam, termasuk prinsip-prinsip pengelolaan, metode pengolahan, dan peraturan yang berlaku.

Tips Mengelola Limbah B3 secara Efektif

Pengelolaan limbah B3 yang efektif sangat penting untuk melindungi kesehatan manusia dan lingkungan. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan untuk mengelola limbah B3 secara bertanggung jawab:

Tip 1: Identifikasi dan Klasifikasikan Limbah B3
Langkah pertama adalah mengidentifikasi dan mengklasifikasikan limbah B3 yang dihasilkan. Hal ini penting untuk menentukan metode pengelolaan yang tepat.

Tip 2: Kurangi Produksi Limbah B3
Upaya pengurangan limbah B3 dapat dilakukan dengan mengganti bahan berbahaya dengan alternatif yang lebih ramah lingkungan atau dengan mengoptimalkan proses produksi.

Tip 3: Tangani Limbah B3 dengan Aman
Penanganan limbah B3 yang tepat meliputi pengumpulan, penyimpanan, dan pengangkutan yang sesuai dengan peraturan dan standar keselamatan.

Tip 4: Pilih Metode Pengolahan yang Tepat
Tersedia berbagai metode pengolahan limbah B3, seperti insinerasi, stabilisasi, dan bioremediasi. Pemilihan metode didasarkan pada jenis dan karakteristik limbah.

Tip 5: Patuhi Peraturan yang Berlaku
Setiap kegiatan pengelolaan limbah B3 harus mematuhi peraturan dan standar yang ditetapkan oleh pemerintah. Hal ini memastikan pengelolaan yang bertanggung jawab dan aman.

Dengan menerapkan tips ini, kita dapat berkontribusi pada pengelolaan limbah B3 yang efektif, melindungi kesehatan manusia dan lingkungan, serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Selanjutnya, kita akan membahas lebih dalam tentang metode pengolahan limbah B3 yang tepat. Pemahaman tentang metode pengolahan sangat penting untuk memastikan bahwa limbah B3 dikelola secara aman dan ramah lingkungan.

Kesimpulan

Pembahasan mengenai “apa yang dimaksud dengan limbah B3” telah menguak beberapa poin penting. Pertama, limbah B3 merupakan sisa aktivitas manusia yang memiliki sifat berbahaya dan berpotensi membahayakan kesehatan, lingkungan, dan sumber daya alam. Sifat berbahaya ini meliputi toksisitas, korosivitas, mudah terbakar, reaktif, atau infeksius.

Pengelolaan limbah B3 sangat penting untuk meminimalisir dampak negatif pada manusia dan lingkungan. Pengelolaan yang bertanggung jawab mencakup pengurangan produksi, penanganan yang aman, pemilihan metode pengolahan yang tepat, dan kepatuhan terhadap peraturan. Dengan menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan limbah B3, kita dapat berkontribusi pada perlindungan kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Memahami esensi limbah B3 merupakan langkah awal yang krusial dalam pengelolaan limbah yang efektif. Kesadaran tentang jenis, sifat berbahaya, dan dampak negatif limbah B3 akan mendorong kita untuk mengambil tindakan yang bertanggung jawab, memastikan masa depan yang lebih sehat dan bersih.



Check Also

apa yang dimaksud dengan limbah organik dan anorganik

Apa itu Limbah Organik dan Anorganik?

Apa yang dimaksud dengan Limbah Organik dan Anorganik? Limbah adalah sisa atau buangan dari suatu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *